Seni Kecewa dan Mengecewakan Orang Lain

Judulnya agak nyesek, ya: “Seni Kecewa dan Mengecewakan Orang Lain.” Tapi justru di situ letak kedewasaannya. Karena cepat atau lambat, kita akan sampai di titik ini: kita nggak bisa jadi “orang baik” versi semua orang tanpa pelan-pelan kehilangan diri sendiri. Dan jujur aja, jadi orang yang selalu mengiyakan itu bukan berarti selalu baik. Kadang itu cuma cara halus buat menghindari konflik. Kedengarannya damai, tapi inside? Capek. Saya pernah jadi yes person yang levelnya sudah kayak subscription ChatGPT: semua orang tinggal request, saya tinggal kasih respon atau approval. ...

January 14, 2026 · 6 menit

Bodo Amat Lifestyle Demi Kesehatan Jiwa

Dulu, hari-hari saya sering dipenuhi oleh macam-macam pikiran. “Aduh, kapan hari saya ngomong gitu di grup, orang-orang bakal mikir apa ya?” Padahal sudah lewat berhari-hari. Masih saja kepikiran sampai terbawa mimpi. Bangun pagi, belum sikat gigi, tapi otak udah kerja rodi ngurusin opini manusia sedunia tentang saya. Waktu itu saya lagi nongkrong di satu kafe kecil yang sok minimalis, you know lah yang menunya pakai bahasa Inggris semua biar kelihatan “artisanal”. Saya duduk bareng teman lama, sebut aja Raka. Dia tipe yang santai banget, kayak hidupnya punya tombol mute buat drama. Sementara saya? Kejebak di mode overthinking pro max. ...

January 13, 2026 · 6 menit